Deringbengkulu.com, Bengkulu Selatan – Pelaksana pekerjaan suatu proyek yang mengerjakan perbaikan, peningkatan pembangunan jalan ataupun siring jalan, harusnya memasang rambu-rambu lalu lintas sebagai tanda atau peringatan adanya suatu pekerjaan jalan.
Namun demikian, masih saja ditemukan, adanya pekerjaan proyek yang tidak memasang rambu-rambu atau tanda peringatan, padahal keberadaan rambu-rambu ini, bisa berguna agar para pengguna jalan bisa lebih hati-hati dan waspada dan menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas (lakalantas).
Seperti yang terjadi pada proyek Drainase atau Pengaman Badan Jalan Ruas Jalan Kedurang – Batu Ampar (Desa Keban Agung 3), Kecamatan Kedurang Ilir, Kabupaten Bengkulu Selatan (BS). Pada pelaksanaan pekerjaan tersebut, diketahui tidak memasang rambu-rambu tanda adanya pekerjaan galian material, sehingga menimbulkan laka lantas dilokasi tersebut.
“Tumpukan material galiannya mereka tumpuk di pinggir jalan, kami pengguna jalan sangat terganggu, karena jalanan jadi macet, juga pernah ada yang kecelakaan akibat jalanan jadi licin,” ungkap salah satu warga yang enggan namanya disebutkan.
